Sabtu, 13 Maret 2010

Berawal di akhir
Untuk memahami semua orang maka pahamilah diri sendiri ,aku mencintaimiu berarti aku belajar sesuatu hal tentang diriku.
Banyak yang belum ku ungkap dalam diriku ,hal yang paling membuat aku terasa terbebani dan kadang membuat aku semangat.Dalam sebahagian kisah hidupku dalam episode masa lalu,tidak salah jika kamu adalah seseorang yang aku cinta.
Satu setengah tahun berlalu,aku tidak pernah lagi melihat mu.kamu bagaimana dan dimana aku tidak tahu,aku selalu mencarimu,bertanya pada teman.bukan aku tidak sungguh-sungguh untuk itu,tapi terkadang aku merasa gugup dan enggan untuk itu.
Tapi waktu terlalu baik dan aku berfikir itu terlalu jahat,dua bulan yang lalu aku mendapatkan kabar tentang mu,suatu rasa bahagia dalam benakku kadang itu jadi gundah dan kadang jadi lelucon.Aku ingin kamu menyentuh kepalaku suatu ungkapan hati pada saat semua belum berubah dan melihat senyum mu yang hampir redup untuk ku.
Hingga akhir desember kita bertemu,tapi dalam situasi yang berbeda,tapi senyum dan tawamu masih tetap sama.
Sebelum aku menulis surat ini terlebih dulu aku minta maaf,atas kehadiranku dalam episode cintamu.Yang seharusnya aku tidak ada dalam bait puisi ini,yang membuat mu bingung dan tidak sanggup lagi melanjutkan puisi yang putus dan tanggung ini.
Aku tahu, tidak ada kata maaf yang pantas untuk ku,aku adalah rerumputan yang yang coba tumbuh dan hidup diantara jerami,tapi aku tumbuh tanpa akar hingga mati meniggalkan makna.
Semestinya aku tidak mengungkapkan arti rasa ini padamu,seharusnya itu adalah bebanku,beban yang harus ku pikul menjadi seorang pemuja rahasia.
Aku akan menghafalkan banyak lirik lagu untukmu,menyanyikannya saat kamu sepi.Aku akan ada untukmu menyapamu saat pagi menjelang,tidak lebih dari seorang kekasih buat mu,dan aku tidak akan lelah untuk itu.
Di awal januari kita berpisah ,aku menyentuh ujung jarimu,memeluk erat senyummu yang disaat kita berpisah,deru jantung semakin kuat melepas semua titik pandang menatap mobil yang membawa mu semakin jauh.
Jujur aku tidak rela,aku janji pada diriku dan waktu bahwa aku akan menemuimu dan akan selalu untuk semua mimpi disaat petang.
Dan khyalanku seperti namamu yang selalu kembang dan mekar,aku kembali menulis cerita tentang mu yang sudah pernah aku tutup unutk tidak menulis lagi,tapi aku kalah kali ini ,kamu membentukku dan mengubah aku,dari serpihan kata yang kamu susun rapi ,sehingga aku bisa melihat diriku bahwa aku telah jatuh cinta.
Rindu ini yang buat aku selalu semangat,hingga akhir januari aku menemuimu di kota TARUTUNG ,aku tidak berfikir apapun yang akan terjadi padaku,aku hanya ingat bahwa aku merasa bahagia karna mu.
Aku tidak tahu apa yang kamu rasakan saat itu,tapi kamulah yang tahu tentang diriku saat itu.
Hari itu 30 januari hari yang mendung berkabut dipinggir sungai sigeaon ,aku ingin bercerita banyak hal tentang diriku saat itu,tentang apa perubahan yang aku janjikan padamu,tapi itu bukan hal yang mudah ,karna aku bukan tidak mau berubah ,hanya saja aku enggan di ubah.
Air terus mengalir deras,seiring waktu berjalan,aku menikmati suasana petang dengan tatap tawa saat itu,bening dan ungu waktu itu.Garis wajh mu yang melukiskan rasa senang pun terlihat jelas dan aku hafalkan setiap langkah kiat,dan jika aku tidak salah mengartikan semua itu??,hanya kamu yang tahu.
Kiat beranjak pulang meniggalkan petang yang merah jingga,bersandar dihatiku dan dihatimu juga sebuah rembulan kecil dan dihiasi dua bintang cerah.
Hingga malam memeluk kota itu,dingin dan beku menusuk nadi,mungkin aku belum terbiasa ,kita duduk berdua dideretan malam dan hembusan angin ,bercerita tentang masa lalu yang indah dan lelucon.
Kamu membuat aku tidak merasa asing,tidak ada beda disaat satu setengah tahun yang lalu.
Aku menghafalkan semua yang ada disekeliling kita tidak terlepas dari susunan benda-benda yang ada disana,kulakukan itu karna,jika saat aku jauh,aku bias menutup mataku semuanya dan dirimu ada disana hingga aku terasa begitu dekat dengan ku.
Hingga akita habiskan setengah malam watktu dengan cerita menu pagi.
Pada saat menuju pagi,adalah waktu didalam hidupku ketika aku tidak mengetahui apa yang sedang ku rasakan ini.Salah dan tersesat ka aku,atau benar dan diselamatkan.
Aku masih termenung akan teka –teki malam itu,aku bertanya dalam hati.
Tidak adakah berjuta-juta manusia dalam situasi yang sama seperti yang sedang aku rasakn ini,dan jika orang –orang berjuta-juta yang percaya akan cinta sejati bukan lah orang yang ungkapkan rasa cintanya,jadi apakah yang dimaksud dengan cinta mereka.
Malam pun berlalu,tapi tanpa jawaban.
Tapi yang setahu pasti,tubuh ini memeng pana,maka tubuh ini akan bergulat dengan maut,tapi cinta akan membuka mata ,agar selalu ingat akan semangat hari esok.
Cinta akan membuka tangan supaya ingat akan banyak hal tentang kewajiban.
Cinta akan menenagkan hati agar supaya ada suka dan cinta kasih yang melimpah disana.
Tiap malam aku menulis surat ini,agar aku tidak terlupa sedikitpun akan hadirmu dalam hayalku,aku sadar cinta itu tidak dinilai dari apa yang sudah dikerjakan dan diketahui,tapicinta itu di lihat dari apa yang telah dikerjakn tapi belum diketahui.
Pagi menjelang,dingin kembali melumat nadiku,ini adlah pagi terkahir sebelum aku meniggalkan kota itu,hari itu awal minggu semua aktivitas yang sibuk tidak terkecuali dia.kami berpisah di sebuah tempat yang tinggi,aku pernah bermimpi akan tempat itu,saat aku menuangkan gundah ku bersamanya .layak nya diatas sebuah kapal yang tinggi,hembusan angin yang menghempaskan rambutnya,bau tubuh nya sangat aku hafalkan saat itu,bau rerumputan pagi yang sejuk,aku memegang kedua tanganya,dan berbisik akan rasa gundah di hatiku yang mungkin itu cinta.
Waktu menujukkan pukul 07:30 wib aku menjaabat tangan nya,suatu ungkapan hati ,bahwa aku pasti kembali ke tempat ini bersama-sam dengan engkau.
Lalu aku meniggalkan kota yang indah itu,kota yanhg penuh dengan kembang mawar tepat pukul 08:30.
Dari dalam mobil aku melihat kota itu yang terlihat semakin jauh dan semkin jauh

Tidak ada komentar:

Posting Komentar